Kamis, 05 Desember 2019

Apakah Jatuh Cinta Itu Rezeki?

ARTIKEL KE 869  

JATUH CINTALAH KARENA CINTA ITU REZEKI  

Mungkin para jomblowers sering bertanya pertanyaan ini...
Mengapa orang menikah ? Toh banyak yang tak menikah hidupnya baik-baik saja? Yang penting bisa makan, cukup duit buat bertahan hidup dan cukup waktu buat ibadah..
Apakah karena mereka jatuh cinta?
Apa pula cinta itu? Bukankah itu hanya perasaan melenakan akibat kebanyakan baca novel romantis atau drama televisi?
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia, sementara pasangan yang lain banyak yang berpisah ?
Apakah jatuh cinta itu penting?
Apakah jatuh cinta itu rezeki sehingga bisa berkurang nilainya layaknya rezeki yang naik turun, kadang banyak kadang sedikit?
Mengapa perasaan cinta bisa naik turun dan akhirnya lenyap sama sekali?
Ribuan pertanyaan tentang cinta menginspirasi para seniman dan artis untuk berkarya...Terciptalah lagu, puisi, film, karya tulis bertema cinta..


Ya..cinta adalah fitrah manusia..
Telah ada pada dirinya sejak lahir..
Kita lahir pun karena buah cinta orang tua yang ditakdirkan eksis demi satu tujuan.. menjadi perpanjangan tangan Sang Khalik untuk memakmurkan bumi..

Jika kembali pada defenisi rezeki sebagai semua rahmat Allah yang diberi pada mahluk untuk menjamin kelangsungan hidupnya di bumi ini maka cinta adalah rezeki.. Karena kita butuh perasaan itu untuk menjaga kelangsungan hidup kita dan anak keturunan, kita butuh cinta untuk membantu sesama, untuk menjadi bermanfaat..dan untuk menjaga interaksi dengan Sang Khalik lewat ibadah..

Lalu mengapa cinta bisa berubah?
Terasa indah sebelum menikah dan di awal pernikahan tapi terasa hambar setelah menikah dalam waktu lama?
Bukan cintanya yang yang salah atau rezeki cinta itu telah berkurang tapi karena pasangan lupa untuk terus membangun cinta..
Layaknya rezeki harta yang harus diikhtiarkan lewat kerja keras, rezeki cinta pun harus dikhtiarkan dengan terus membangunnya bersama pasangan...


Mengapa setelah sekian tahun berumah tangga tetap bahagia? 
Apa tidak bosan melihat muka yang sama terus setiap hari?
Tidak...karena apa?
Karena mereka terus membangun cinta.
Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi membangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...
Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat jatuh cinta kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. Semua nampak indah, makan gula merah terasa coklat yang penting liat muka dia...
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan semua belang tersingkap...

Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan membangun cinta.
Jatuh cinta dalam keadaan menyukai...
Namun membangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel...
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg-uneg, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau maaf masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan komunikasi dalam rumah tangga adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri hanya memperhatikan perasaannya sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut-larut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah dari surga jadi neraka.
Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Jadi buat para jomblowers jangan takut jatuh cinta, karena itu rezeki dariNYA
Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Perbaiki niat terlebih dahulu karena nikah jadi rezeki jika niatnya benar..
Janganlah mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
Karena keluarga bukanlah aku dan kamu tapi kita..

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada Allah SWT melalui wali si gadis. Minta ke Allah pertanggung jawabannya berat karena bukan hanya di dunia, sampai di akhirat pun tanggung jawab masih di pundak suami..
Begitu juga wanita saat menerima lamaran berarti kerelaan hati untuk bertanggung jawab demi mendapatkan ridha Allah lewat ridha suami, yang kedudukannya setelah menikah lebih dari ridha orang tua...

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan Allah SWT. Artinya anda mengucapkan ikrar untuk saling menjaga dan saling menyelamatkan diri dari api neraka di hadapan Sang Khalik..

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri. Tapi jika jalan itu dilalui dengan bergenggaman tangan saling mensupport satu sama lain maka duri setajam apapun bisa disingkirkan..

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan. Karena pasangan diciptakan untuk saling melengkapi. Jika salah satu menjauh maka yang lain mendekat. Jika yang satu mendekat maka yang lain merapat. Karena jika keduanya makin menjauh maka rumah tangga yang sudah oleng akhirnya dikaramkan bersama...

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/istri dan anak Anda, tetapi cintailah istri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100% karean Allah SWT. Karena cinta itu rezeki Ilahi dan akan bertambah jika terus diberi (bagi). Tak ada diskon untuk cinta buat keluarga, porsinya harus sama...dan semua itu dibuat dalam koridor ibadah pada Allah SWT.

7. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda.

8. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu ada saat suami dan anak-anak butuh support dan ketegasan..

9. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak dan tak segan meminta maaf jika dirinya bersalah pada anak-anaknya. Jadi orang tua yang bijak bukanlah yang arogan karena merasa diri lebih tua dan mensupport anak-anak. Tapi yang tahu menempatkan posisinya di hadapan anak..

10. KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tuanya, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya, merasa diabaikan dan tidak dicintai. Pastikan bahwa anak-anak dicintai dan diperhatikan sesuai porsi yang benar..

11. KETIKA ADA 'PIL'/ Pria Idaman Lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat, yang meskipun pahit bisa menyembuhkan sementara pil sebagaimana tampan, baik hati dan menawannya dia tetaplah racun yang bisa membunuh kelanggengan rumah tangga dalam seketika..

12. KETIKA ADA 'WIL'/ Wanita Idaman Lain.
Jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati. Meskipun si WIL jauh lebih cantik, menawan dan menggembirakan hati bisa membahayakan iman dan jatuh ke lembah zina. Taubatlah sebelum terlambat atau menghalalkannya lewat izin isteri..


13. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga yang berada dalam proses pertumbuhan menuju keluarga yang banyak rezeki, bahagia dunia akhirat...


Wallahu alam...
Comments